Friday, April 27, 2018

Waspadai! Inilah Orang Yang Dapat Tertular TBC


Tuberkulosis atau TBC menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai penularannya. karena lewat percikan dahak dari bersin maupun batuk, kuman Mycobacterium tuberculosis dari penderita TBC bisa menularkan ke orang lain, melalui saluran pernapasan. Padahal, saat terjangkit penyakit ini, penderita TBC perlu menjalani pengobatan selama 6 bulan tanpa terputus agar bisa sembuh total.
Hal itulah yang kemudian menimbulkan pertanyaan, kira-kira siapa saja yang paling berisiko tertular TBC.
1. Anak-Anak
TBC bukan saja menyerang orang dewasa, tetapi anak-anak sekalipun berpotensi terkena penyakit ini. Terlebih jika ia belum pernah mendapatkan vaksin BCG lewat imunisasi dari pemerintah. Maka jika ada anak usia sekolah yang terkena TBC, perlu ditelusuri siapa orang dewasa di lingkungannya yang terkena TBC karena anak-anak biasanya tertular dari orang dewasa Anak-anak khususnya balita dapat pula tertular dari pengasuhnya sehingga pemeriksaan awal atau deteksi dini adanya TBC perlu dilakukan pada pengasuh anak ataupun asisten rumah tangga.
2. Keluarga
Selain anak-anak, yang berisiko tertular TBC berikutnya adalah kelurga. Ini dikarenakan keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi penderita TBC. Maka, ketika ada salah satu anggota keluarga yang terkena TBC, risiko anggota keluarga yang lain untuk tertular kemungkinan besar ada. Namun, peran keluarga di sini amatlah besar, terutama untuk memberikan dukungan bagi penderita TBC agar mau menjalani pengobatan sampai sembuh total.
3. Karyawan atau Pekerja
Sementara bagi penderita TBC berusia dewasa, rekan satu kerja menjadi salah seorang yang juga berisiko tertular tuberkulosis. Risiko ini makin besar, terutama jika penderita TBC tersebut enggan menggunakan masker saat berkerja. Maka apabila dia bersin atau batuk di sekitar tempat kerja, orang-orang yang berada di dekatnya waktu itu berisiko tinggi tertular kuman Mycobacterium tuberculosis.
4. Sahabat Dekat
Sebagian orang merasa terkena TBC adalah aib, sehingga ia enggan memberitahukan ke komunitasnya, seperti sahabat dekat. Alasannya pun sederhana, karena ia takut dikucilkan atau dijauhi teman-teman. Padahal, saat penderita TBC tersebut batuk atau bersin, sementara ia tak menggunakan masker dan temannya tak tahu jika ia sakit, maka risiko menular ke yang lain sangatlah tinggi.
5. Penghuni Seatap
Penghuni seatap ini bisa diartikan orang yang tinggal serumah tetapi tak terikat hubungan saudara. Misalnya pembantu rumah tangga, atau teman-teman asrama. Secara tak langsung mereka juga berisiko tertular TBC, karena begitu intens berinteraksi dengan penderita TBC. Sementara seperti sebelumnya, penderita TBC tak banyak tahu, jika dari bersin dan batuk yang dikeluarkannya tanpa menggunakan masker, mampu menular ke yang lain.
Secara garis besar, potensi penularan TBC tersebut dapat dicegah, tanpa harus menjauhi apalagi mengucilkan penderita TBC. Caranya, tentu saja dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Mulai mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin olahraga, cukup istirahat, juga hidup higienis. Dengan cara tersebut, kekebalan tubuh bisa terjaha, sehingga tak mudah tertular kuman penyebab TBC.
Selain itu, jangan lupa untuk menganjurkan penderita TBC menggunakan masker. Sampaikan baik-baik, agar satu sama lain bisa salaing memahami. Sebab, dengan cara tersebut, dapat menurunkan potensi penularan.

No comments:

Post a Comment

7 Fisolofi Yang Bisa Kita Pelajari Dari Squidward !

Para pecinta kartun Spongebob Swuerepants pasti sudah tidak merasa asing pada tokoh Squidward. Yap, dia adalah seekor gurita yang juga ...