Awalnya saya juga gak percaya dan mengira cuma berita hoax tentang vape meledak di mulut ini. Sebab jauh sebelumnya pernah juga heboh foto korban vape bernama Riko Rilviroabelvapiramdano. Akibat vape meledak, mulut korban sampai hancur dan jari-jari tangannya terputus. Usut punya usut ternyata berita itu cuma hoax, karena pria bernama Riko asal Malaysia itu adalah korban dari ledakan bom ikan.
Lalu bagaimana dengan kabar yang baru-baru ini viral di media sosial? Diceritakan bahwa seorang pria berusia 30 tahun bernama Andrew Hall asal Pocatello, Idaho – Amerika Serikat menjadi korban dari ledakan baterai rokok elektrik Vape. Akibat insiden tragis tersebut, giginya patah sebanyak 7 buah ditambah dengan kondisi luka bakar tingkat 2 pada bagian leher, mulut serta pipinya. Kuatnya ledakan vape bahkan sampai menghancurkan tempat wastafel cuci muka pria malang tersebut. Dan kini ia sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pocatello, Idaho.
Apakah berita ini benar atau cuma hoax saja dari orang-orang jahil yang ingin menjatuhkan produk rokok elektrik Vape. Dengan berat hati saya berani menyatakan kalau berita ini memang benar. Kamu bisa melihat bukti pemberitaan aslinya di situs web dailymail.co.uk, thesun.co.uk, nypost.com dan metro.co.uk dengan judul “Andrew Hall rushed into intensive care with gruesome injuries after his e-cigarette blew up in his face”. Sudah jelas yah website-website ini sangat terpercaya dan bukan situs odong-odong yang hanya mencari sensasi saja. Dan faktanya kasus baterai vape yang meledak sangat sering ditemukan pada jenis mechanical mod dibandingkan dengan electrical mod yang katanya jauh lebih aman.


No comments:
Post a Comment